infotabola.it.com – Nama Zinedine Zidane memang sudah lama identik dengan kesuksesan besar di Real Madrid. Saat pertama kali dipercaya jadi pelatih Los Blancos pada 2016, banyak orang sebenarnya sempat ragu. Maklum, pengalaman melatihnya saat itu masih minim. Tapi keraguan itu langsung dibungkam dengan prestasi yang luar biasa. Zidane sukses membawa Madrid meraih tiga gelar UEFA Champions League secara beruntun.
Read More : Usa Vs Ecuador
Prestasi ini terjadi pada musim 2015–2016, 2016–2017, dan 2017–2018. Hattrick trofi Liga Champions tersebut membuat Zidane langsung masuk daftar pelatih elite dunia. Bahkan sampai sekarang, belum ada pelatih lain yang mampu menyamai pencapaian tiga gelar Liga Champions berturut-turut di era modern.
Prestasi Zidane yang Bikin Namanya Makin Gila
Kesuksesan Zidane di Madrid bukan cuma soal trofi tim. Ia juga kebanjiran penghargaan individu sebagai pelatih. Pada 2017, Zidane dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia versi FIFA. Selain itu, ia juga meraih penghargaan pelatih terbaik dari International Federation of Football History & Statistics pada 2017 dan 2018.
Buat seorang pelatih yang baru memulai karier di level top, pencapaian ini jelas luar biasa. Tidak heran kalau setelah meninggalkan Madrid, banyak klub besar Eropa yang mencoba membujuknya kembali ke dunia kepelatihan. Namun yang menarik, Zidane justru memilih santai. Ia menolak banyak tawaran dan menikmati masa istirahatnya dari sepak bola.
Gareth Bale Bongkar Cara Zidane Melatih
Di balik kesuksesan itu, ternyata ada cerita menarik soal gaya kepelatihan Zidane. Hal ini diungkapkan langsung oleh mantan pemain Madrid, Gareth Bale. Dalam sebuah obrolan santai di podcast Stick to Football, Bale bercerita kalau Zidane sebenarnya tidak terlalu banyak memberikan latihan taktik yang rumit. Menurut Bale, sesi latihan Madrid di bawah Zidane cenderung simpel. “Sejujurnya, Zidane tidak melakukan banyak hal dalam melatih,” kata Bale. Biasanya, pembahasan taktik serius baru dilakukan jika Madrid akan menghadapi tim besar seperti FC Barcelona atau Bayern Munich.
Bahkan durasinya pun tidak lama. Bale bilang sesi taktik bertahan itu cuma sekitar 15 menit saja. Setelah itu latihan kembali santai. “Paling kami latihan penguasaan bola, latihan menembak, habis itu selesai dan pulang,” lanjut Bale. Gaya latihan yang simpel ini justru bikin banyak orang heran. Soalnya hasilnya tetap luar biasa.
Aura Zidane Bikin Pemain Segan
Meski tidak terlalu banyak memberikan instruksi teknis, Zidane tetap mendapat rasa hormat besar dari para pemain Madrid. Salah satu alasannya tentu karena reputasinya sebagai legenda sepak bola dunia. Sebelum menjadi pelatih, Zidane dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah. Ia pernah membawa France national football team menjuarai FIFA World Cup 1998 dan UEFA Euro 2000.
Di level klub, kariernya bersama Juventus dan Real Madrid juga sangat gemilang. Menurut Bale, Zidane bahkan kadang ikut latihan bersama para pemain. Yang lucu, dalam beberapa kesempatan Zidane masih bisa mengalahkan Bale saat latihan. Hal-hal seperti ini membuat pemain otomatis respek tanpa perlu banyak kata.
Zidane Dikabarkan Segera Kembali Melatih
Setelah hampir lima tahun tidak aktif melatih, kabarnya Zidane tidak akan lama lagi kembali ke dunia sepak bola. Namun bukan ke klub. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Zidane berpeluang besar menangani France national football team setelah Didier Deschamps mundur dari kursi pelatih. Perubahan itu kemungkinan terjadi setelah FIFA World Cup 2026 selesai digelar. Federasi sepak bola Prancis disebut sudah lama mengincar Zidane sebagai penerus Deschamps. Menariknya lagi, melatih timnas Prancis memang sudah menjadi salah satu impian Zidane sejak lama.
Kalau benar terjadi, ini bisa jadi babak baru yang sangat menarik dalam karier kepelatihannya. Dengan pengalaman membawa Real Madrid berjaya di Eropa, banyak fans percaya Zidane juga punya potensi besar membawa Prancis kembali bersinar di panggung sepak bola dunia.