Wakil Indonesia di Kompetisi Asia Makin Menipis, Nasib Dewa United Jadi Penentu

Wakil Indonesia di Kompetisi Asia Makin Menipis, Nasib Dewa United Jadi Penentu

infotabola.it.com – Sepak bola Indonesia lagi berada di situasi yang cukup menegangkan di kompetisi Asia musim ini. Setelah beberapa wakil gugur lebih dulu, harapan tersisa kini bertumpu pada Dewa United yang masih berjuang di AFC Challenge League 2025/2026. Sayangnya, langkah klub asal Tangerang tersebut tidak berjalan mulus. Pada laga leg pertama perempat final, Dewa United harus mengakui keunggulan wakil Filipina, Manila Digger, dengan skor tipis 0-1.

Read More : Timnas U-19 Indonesia Juara Turnamen Asia Tenggara

Hasil ini tentu membuat peluang wakil Indonesia di kompetisi Asia semakin terancam. Jika Dewa United gagal membalikkan keadaan di leg kedua, maka bisa dipastikan tidak ada lagi klub Indonesia yang tersisa di turnamen Asia musim ini.

Kekalahan Tipis Dewa United di Filipina

Pertandingan leg pertama digelar di Rizal Memorial Stadium, Filipina, pada Kamis (5/3/2026). Bermain sebagai tim tamu, Dewa United sebenarnya tampil cukup berani sejak awal pertandingan. Namun, Manila Digger berhasil memanfaatkan peluang dengan lebih efektif. Tim tuan rumah mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut lewat Kenji Nishioka pada menit ke-21. Gol itu berawal dari skema serangan cepat yang membuat lini belakang Dewa United sedikit terlambat mengantisipasi bola panjang.

Situasi tersebut langsung dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Manila Digger hingga akhirnya bola bersarang di gawang. Setelah tertinggal, Dewa United mencoba meningkatkan tempo permainan. Sayangnya hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah. Hasil ini memang belum sepenuhnya menutup peluang. Namun jelas membuat tugas Dewa United menjadi lebih berat pada pertandingan berikutnya.

Komentar Pelatih Jan Olde Riekerink

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengakui timnya sempat kesulitan membaca pola permainan lawan, terutama saat menghadapi bola panjang yang sering dilepaskan pemain Manila Digger. Menurutnya, para pemain sempat kurang siap mengantisipasi situasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa setiap kali lawan mengirim bola panjang, para pemain seharusnya bisa langsung mundur beberapa meter untuk mengantisipasi pergerakan lawan. Sayangnya, hal itu tidak berjalan dengan baik pada awal pertandingan.

Sekitar pertengahan babak pertama, permainan Dewa United mulai berubah. Para pemain mulai lebih aktif bergerak dan mencoba mencari posisi yang lebih tepat di lapangan. Setelah melakukan beberapa penyesuaian, tim akhirnya bisa kembali memainkan gaya permainan yang diinginkan oleh sang pelatih.

Permainan Mulai Membaik di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, permainan Dewa United terlihat jauh lebih rapi dibandingkan sebelumnya. Tim mulai mampu mengontrol jalannya pertandingan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Jan Olde Riekerink menilai timnya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak gol penyama kedudukan. Hanya saja, faktor keberuntungan belum berpihak kepada mereka pada pertandingan tersebut.

Walau kalah, pelatih asal Belanda itu tetap melihat hasil ini sebagai sesuatu yang masih bisa diperbaiki. Menurutnya, selisih satu gol masih sangat memungkinkan untuk dibalikkan, terutama jika bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari suporter.

Leg Kedua Jadi Penentu Nasib

Pertandingan leg kedua akan digelar di kandang Dewa United, tepatnya di Sports Centre Kelapa Dua, Banten, pada 12 Maret 2026 pukul 20.30 WIB. Laga ini bakal menjadi momen krusial bagi Dewa United. Mereka wajib menang jika ingin menjaga harapan Indonesia tetap hidup di kompetisi Asia. Target pertama yang ingin dicapai tim adalah mencetak satu gol lebih dulu untuk menyamakan agregat. Setelah itu, mereka akan mencoba mencari gol tambahan untuk memastikan kemenangan.

Jan Olde Riekerink pun optimis timnya bisa tampil lebih baik saat bermain di depan pendukung sendiri. Ia percaya atmosfer kandang bisa memberikan energi tambahan bagi para pemain untuk tampil lebih agresif dan percaya diri. Kalau Dewa United mampu membalikkan keadaan, maka peluang Indonesia untuk tetap bersaing di kompetisi Asia masih terbuka.

Namun jika hasilnya sebaliknya, maka perjalanan klub-klub Indonesia di pentas Asia musim ini benar-benar harus berakhir lebih cepat. Karena itu, laga leg kedua nanti bisa dibilang sebagai pertandingan hidup-mati bagi Dewa United sekaligus harapan terakhir sepak bola Indonesia di level klub Asia.