Target 6 Poin Gagal, Nasib Milomir Seslija di Persis Solo Mulai Dipertanyakan

Target 6 Poin Gagal, Nasib Milomir Seslija di Persis Solo Mulai Dipertanyakan

infotabola.it.com – Nasib pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mulai jadi bahan pembicaraan setelah target poin dari manajemen gagal terpenuhi. Hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Persijap Jepara bikin situasi di internal tim makin panas. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Kamis (5/3/2026). Laga ini sebenarnya jadi momen penting bagi Persis untuk menambah poin demi keluar dari zona berbahaya. Tapi yang terjadi di lapangan justru sebaliknya.

Read More : Saudi Pro League Gelontorkan Dana Rp 50 Triliun Untuk Bintang Eropa

Persis memang tampil cukup dominan sepanjang pertandingan. Namun dominasi itu tidak berbuah gol hingga peluit akhir dibunyikan. Skor kacamata 0-0 pun menutup laga yang seharusnya bisa dimenangkan oleh tim berjuluk Laskar Sambernyawa.

Peluang Menang Sempat Terbuka Lebar

Situasi sempat terlihat menguntungkan bagi Persis ketika pemain Persijap, Jose Luis, menerima kartu merah pada menit ke-78. Dengan kondisi lawan bermain 10 orang, peluang Persis untuk mencetak gol sebenarnya terbuka sangat lebar. Sayangnya, keunggulan jumlah pemain itu tidak bisa dimaksimalkan dengan baik. Serangan demi serangan yang dibangun Persis selalu mentok di lini pertahanan Persijap.

Beberapa peluang emas sempat tercipta. Namun penyelesaian akhir para pemain Persis terlihat kurang tenang. Alhasil, sampai pertandingan berakhir, skor tetap tidak berubah. Pelatih Persis, Milomir Seslija, mengaku timnya sebenarnya sudah bermain sesuai rencana. Ia menilai anak asuhnya tampil cukup baik dan mampu membatasi peluang lawan.

Menurutnya, faktor keberuntungan juga ikut berperan dalam hasil pertandingan tersebut. Ia menyebut Persijap sebagai tim yang solid, baik secara individu maupun kolektif. Kekompakan pemain lawan membuat Persis kesulitan menemukan celah untuk mencetak gol. Milomir juga menegaskan bahwa timnya sebenarnya tidak memberikan banyak kesempatan kepada Persijap sepanjang pertandingan.

Persijap Dipuji Karena Bermain Kompak

Hal senada juga disampaikan gelandang Persis, Zanadin Fariz. Ia mengakui laga melawan Persijap bukan pertandingan yang mudah. Menurutnya, meskipun Persijap harus bermain dengan 10 pemain, mereka tetap mampu menjaga organisasi permainan dengan sangat baik.

Zanadin mengatakan para pemain Persijap tampil kompak dan disiplin dalam bertahan. Itulah yang membuat Persis kesulitan memanfaatkan peluang yang ada. Padahal, jika dilihat dari statistik pertandingan, Persis sebenarnya memiliki cukup banyak kesempatan untuk mencetak gol. Namun seperti yang sering terjadi dalam sepak bola, peluang tidak selalu berujung gol.

Target Manajemen Persis Tidak Tercapai

Hasil imbang ini juga membuat Milomir Seslija gagal memenuhi target yang sebelumnya diberikan oleh manajemen Persis Solo. Beberapa waktu lalu, manajemen sempat mengeluarkan pernyataan resmi terkait evaluasi tim. Dalam pernyataan tersebut, Milomir diberi target enam poin dari dua pertandingan. Dua laga yang dimaksud adalah pertandingan kandang melawan Persik Kediri pada 1 Maret dan laga tandang menghadapi Persijap Jepara pada 5 Maret.

Target tersebut muncul setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim di kompetisi musim ini. Manajemen juga menyatakan tetap memberikan dukungan penuh kepada staf pelatih, pemain, dan seluruh ofisial tim agar bisa meraih hasil maksimal. Persis memang berhasil meraih kemenangan saat menghadapi Persik Kediri dengan skor 2-1. Namun hasil imbang melawan Persijap membuat target enam poin akhirnya gagal tercapai.

Ancaman Degradasi Bikin Situasi Makin Tegang

Gagalnya target tersebut otomatis memunculkan pertanyaan besar soal masa depan Milomir Seslija di kursi pelatih Persis Solo. Saat ini Persis memang sedang berada dalam situasi yang cukup sulit. Tim asal Solo itu masih terjebak di papan bawah klasemen sementara.

Persis menempati posisi ke-17 dengan koleksi 17 poin. Posisi tersebut jelas sangat rawan karena berada di zona degradasi.  Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat berharga bagi Persis.

Manajemen tentu berharap tim bisa segera bangkit dan menjauh dari zona merah. Jika hasil buruk terus berlanjut, bukan tidak mungkin perubahan di kursi pelatih akan terjadi. Meski belum ada keputusan resmi dari manajemen, spekulasi soal masa depan Milomir Seslija mulai ramai dibicarakan oleh suporter.

Persis Solo Wajib Bangkit di Laga Berikutnya

Situasi yang dialami Persis saat ini memang tidak mudah. Namun kompetisi masih berjalan dan peluang untuk keluar dari zona degradasi sebenarnya masih terbuka. Persis hanya perlu menemukan kembali konsistensi permainan mereka. Ketajaman lini depan juga harus segera diperbaiki agar peluang yang tercipta bisa berubah menjadi gol.

Jika tidak segera bangkit, tekanan terhadap pelatih dan pemain pasti akan semakin besar.Bagi Persis Solo, setiap pertandingan ke depan akan terasa seperti final. Mereka harus benar-benar memaksimalkan setiap kesempatan yang ada demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.