infotabola.it.com – Penampilan Raheem Sterling bersama Feyenoord Rotterdam lagi-lagi jadi bahan omongan publik sepak bola Belanda. Bukannya dipuji, winger asal Inggris itu justru kena kritik pedas setelah tampil dalam laga kontra FC Twente di Stadion Grolsch Veste, Minggu (1/3/2026). Masuk sebagai pemain pengganti dan bermain sekitar 30 menit, Sterling sebenarnya diharapkan bisa memberi perubahan permainan.
Read More : Fc Osaka
Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Feyenoord harus pulang dengan kekalahan 0-2, dan performa Sterling dianggap belum kasih impact berarti di lapangan. Situasi ini langsung bikin pengamat sepak bola ikut angkat suara. Banyak yang menilai keputusan pelatih Robin van Persie justru jadi tanda tanya besar.
Kritik Datang karena Prioritas Van Persie Dinilai Keliru
Pengamat sepak bola Belanda, Janssen, terang-terangan mengkritik keputusan Van Persie yang tetap memainkan Sterling. Menurutnya, dalam pertandingan penting seperti ini, fokus utama seharusnya jelas: menang dulu, urusan lain belakangan. Ia menilai Van Persie terlalu sibuk memulihkan kondisi fisik Sterling dibanding memikirkan kebutuhan tim di pertandingan tersebut. Padahal, situasi di lapangan sering kali nggak berjalan sesuai rencana taktik di atas kertas.
Kalau dilihat dari sudut pandang kompetisi, Feyenoord sebenarnya lagi butuh poin penuh untuk menjaga posisi di klasemen Liga Belanda. Jadi wajar kalau keputusan memainkan pemain yang belum benar-benar siap malah dianggap berisiko. Banyak fans juga mulai mempertanyakan strategi ini. Soalnya, ketika tim sedang tertinggal, publik berharap pemain yang masuk bisa langsung menaikkan tempo permainan, bukan sekadar mencari menit bermain.
Performa Sterling Dinilai Belum Maksimal
Masalah utamanya bukan cuma soal dimainkan atau tidak. Tapi bagaimana performa Raheem Sterling saat berada di lapangan. Janssen bahkan menyebut penampilan sang winger terlihat jauh dari kata optimal. Selama 30 menit bermain, Sterling dinilai kesulitan menemukan ritme permainan. Pergerakannya kurang tajam, duel satu lawan satu minim hasil, dan kontribusi serangan juga nggak terlalu terasa.
Buat pemain dengan pengalaman level top Eropa, ekspektasi publik jelas tinggi. Apalagi nama Sterling sudah lama identik dengan kecepatan dan kreativitas di sisi sayap. Namun di laga ini, performanya justru terlihat belum nyetel dengan permainan Feyenoord. Beberapa analis menyebut hal ini bisa jadi karena faktor adaptasi. Pindah liga, sistem permainan baru, sampai kondisi fisik yang belum 100 persen memang sering bikin pemain butuh waktu.
Van Persie Punya Rencana Jangka Panjang?
Di sisi lain, keputusan Van Persie sebenarnya bukan tanpa alasan. Kabarnya, sang pelatih ingin menyiapkan Raheem Sterling untuk tiga pertandingan terakhir musim ini yang bakal sangat menentukan posisi akhir Feyenoord. Artinya, menit bermain saat melawan FC Twente bisa jadi bagian dari proses pemanasan. Van Persie tampaknya melihat jangka panjang, bukan cuma satu pertandingan saja.
Masalahnya, pendekatan seperti ini sering memicu debat. Sebagian setuju karena pemain memang butuh waktu untuk kembali fit. Tapi sebagian lain merasa momentum pertandingan terlalu berharga untuk dijadikan eksperimen. Sepak bola modern memang nggak cuma soal taktik hari ini, tapi juga kesiapan tim di fase krusial musim. Nah, di sinilah keputusan pelatih sering diuji publik.
Tekanan Mulai Datang ke Feyenoord
Kekalahan dari FC Twente bikin tekanan ke Feyenoord makin terasa. Fans mulai berharap tim segera bangkit, apalagi kompetisi sudah memasuki fase penentuan. Sterling sendiri kini berada di situasi yang cukup tricky. Di satu sisi, ia butuh menit bermain untuk kembali ke performa terbaik. Tapi di sisi lain, setiap penampilannya sekarang langsung berada di bawah sorotan tajam media dan pengamat.
Kalau dalam beberapa laga ke depan Sterling mampu tampil lebih tajam, kritik ini bisa saja berubah jadi pujian. Namun kalau performanya masih stagnan, keputusan Van Persie kemungkinan bakal terus diperdebatkan. Yang jelas, publik sepak bola Belanda sekarang lagi menunggu satu hal: apakah Sterling benar-benar bisa jadi pembeda bagi Feyenoord, atau justru jadi perjudian taktik yang gagal.