infotabola.it.com – Keputusan Mohamed Salah meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026 masih jadi bahan omongan besar di dunia sepak bola. Nama besar yang selama ini identik dengan Anfield itu resmi mengakhiri perjalanannya setelah hampir satu dekade penuh kontribusi.
Read More : Arsenal Puncaki Klasemen Epl Usai Kalahkan Liverpool
Kepergian ini bukan cuma soal pindah klub biasa. Ada banyak cerita di balik layar yang ikut terseret, mulai dari kondisi ruang ganti, hasil buruk Liverpool di musim tersebut, sampai isu hubungan internal yang disebut-sebut kurang harmonis.
Liverpool di Musim 2025/2026 yang Penuh Tekanan
Musim 2025/2026 jadi salah satu periode yang cukup berat buat Liverpool FC. Tim gagal bersaing di papan atas dan hanya mampu finis di posisi kelima Premier League. Hasil ini jelas jauh dari ekspektasi klub sebesar Liverpool.
Bukan cuma soal performa, skuad juga mengalami perubahan besar. Dua nama penting seperti Andrew Robertson Andrew Robertson dan Mohamed Salah Mohamed Salah harus meninggalkan klub di periode yang sama. Situasi ini bikin banyak fans merasa era lama Liverpool benar-benar sudah selesai.
Hubungan Salah dan Slot Jadi Sorotan
Isu paling panas yang ikut menyeret nama Liverpool adalah hubungan Salah dengan pelatih baru Arne Slot. Sejak awal musim, rumor soal ketegangan keduanya sudah sering muncul di media Inggris. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Salah dan Slot tidak punya koneksi yang terlalu kuat di ruang ganti. Ada perbedaan pandangan soal taktik, peran pemain, dan gaya kepemimpinan.
Meski tidak pernah dikonfirmasi secara terbuka, isu ini terus berkembang sampai akhir musim. Dejan Lovren Dejan Lovren yang merupakan sahabat dekat Salah ikut angkat bicara. Ia menyebut bahwa hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan bahkan menyinggung soal ego yang terlalu besar di antara pihak tertentu.
“Tidak ada hubungan yang benar-benar baik. Saya tidak tahu kenapa. Mungkin soal ego,” ujar Lovren dalam wawancara yang dikutip dari media Inggris. Pernyataan ini langsung memicu diskusi baru di kalangan fans Liverpool.
Lovren Kritik Pedas Komentator dan Jamie Carragher
Selain membahas hubungan Salah dan Slot, Lovren juga menyoroti cara sebagian media dan komentator menilai performa Salah dalam beberapa musim terakhir. Ia merasa kritik terhadap Salah sudah kelewat batas dan tidak lagi objektif. Menurutnya, banyak orang lupa bahwa Salah sudah memberi kontribusi besar selama hampir satu dekade di Liverpool.
Di musim terakhirnya saja, Salah masih mencatatkan 12 gol dan 10 assist, angka yang masih tergolong kompetitif di Premier League. Lovren bahkan menyinggung Jamie Carragher sebagai salah satu pihak yang menurutnya terlalu sering memberikan kritik tajam kepada Salah. Ia menilai beberapa komentar dibuat bukan untuk analisis, tapi untuk menarik perhatian publik.
Banyak yang kemudian membandingkan performa Salah dengan pemain lain seperti Bukayo Saka Bukayo Saka dari Arsenal FC. Meski musim Liverpool sedang turun performa, Salah tetap dianggap konsisten secara kontribusi. Hal ini yang membuat Lovren merasa kritik yang diarahkan kepadanya terlalu berlebihan.
Dampak Kepergian Salah untuk Liverpool
Kepergian Salah jelas meninggalkan lubang besar di lini serang Liverpool. Selama bertahun-tahun, dia jadi sumber gol utama dan salah satu ikon klub. Tanpa dirinya, Liverpool dipaksa masuk ke fase transisi yang tidak mudah.
Fans kini mulai mempertanyakan arah baru klub. Apakah Liverpool akan membangun ulang skuad secara total, atau mencoba mempertahankan identitas lama dengan pemain baru yang lebih muda?
Reaksi Publik dan Masa Depan Cerita Ini
Komentar Lovren jelas menambah panas situasi. Sebagian fans setuju dengan pandangannya, terutama soal kontribusi besar Salah yang sering dilupakan. Tapi ada juga yang menilai Lovren terlalu emosional dan membawa opini pribadi ke ruang publik.
Yang jelas, drama seputar Liverpool, Salah, dan Arne Slot belum akan selesai dalam waktu dekat. Setiap pernyataan baru dari figur lama klub selalu berhasil memicu diskusi panjang di media sosial maupun media olahraga.
Dan sekarang, sorotan bukan cuma ke lapangan, tapi juga ke ruang ganti dan dinamika internal yang selama ini jarang terlihat publik.