infotabola.it.com – Pertandingan panas tersaji di lanjutan Liga Inggris saat Club Arsenal menjamu Chelsea di hadapan ribuan suporternya sendiri. Atmosfer stadion langsung kerasa tegang sejak peluit awal dibunyikan. Duel sesama tim London ini benar-benar nggak cuma soal gengsi, tapi juga pembuktian siapa yang lebih siap di papan atas.
Read More : Korea Selatan Vs Brasil
Arsenal akhirnya sukses mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Chelsea pada laga yang digelar Minggu (1/3/2026) WIB. Menariknya, dua gol kemenangan The Gunners lahir dari skema yang sama, yaitu sepak pojok. Bisa dibilang, set piece jadi senjata mematikan di pertandingan kali ini.
Babak Pertama Langsung Panas, Arsenal dan Chelsea Saling Serang
Sejak menit awal, kedua tim langsung tampil agresif. Nggak ada cerita main aman. Club Arsenal coba menekan lewat penguasaan bola cepat, sementara Chelsea lebih sering mengandalkan serangan balik tajam. Peluang pertama justru datang dari Chelsea di menit ke-10. Mamadou Sarr mendapat ruang tembak cukup ideal, tapi sayangnya bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Arsenal. Suporter tuan rumah sempat dibuat deg-degan.
Pertandingan kemudian berjalan cukup alot. Kedua tim sama-sama rapat di lini tengah, bikin alur bola sering terputus. Tapi kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-21. Berawal dari situasi sepak pojok, Gabriel Magalhaes berhasil memenangkan duel udara sebelum bola diteruskan William Saliba. Tanpa ampun, sundulan Saliba langsung bersarang ke gawang Chelsea. Stadion langsung meledak! Arsenal unggul 1-0.
Setelah tertinggal, Chelsea mencoba menaikkan intensitas serangan. Namun lini belakang Arsenal tampil super disiplin. Pertahanan mereka terlihat compact banget, bikin pemain Chelsea kesulitan mencari celah.
Arsenal bahkan hampir menggandakan skor lewat serangan balik cepat di menit ke-37. Sayangnya, tembakan Jurrien Timber masih terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Chelsea. Drama kembali muncul jelang turun minum. Chelsea akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Piero Hincapie. Bek Arsenal itu salah mengantisipasi sepak pojok Reece James hingga bola justru masuk ke gawang sendiri. Skor 1-1 pun menutup babak pertama.
Babak Kedua, Arsenal Makin Ganas, Chelsea Kehilangan Pemain
Memasuki babak kedua, Arsenal sebenarnya mencoba langsung menekan. Tapi justru Chelsea yang tampil lebih dominan di 10 menit awal. Enzo Fernandez hampir membawa Chelsea unggul di menit ke-51 lewat tembakan kerasnya. Tak lama kemudian, Joao Pedro juga mendapat peluang emas lewat sundulan di menit ke-53. Untungnya, David Raya tampil sigap di bawah mistar dan menggagalkan dua peluang tersebut.
Saat Chelsea terlihat lebih percaya diri, Arsenal malah kembali menghukum lewat skema favorit mereka. Di menit ke-66, sepak pojok kembali jadi mimpi buruk bagi The Blues. Jurrien Timber sukses memenangkan duel udara dan menanduk bola masuk ke gawang Robert Sanchez. Gol ini langsung mengubah momentum pertandingan. Arsenal kembali unggul 2-1.
Situasi makin sulit bagi Chelsea setelah Pedro Neto menerima kartu kuning kedua di menit ke-70. Mau nggak mau, Chelsea harus bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan. Kondisi ini jelas dimanfaatkan Arsenal untuk mengontrol permainan. Mereka lebih santai menguasai bola sambil tetap mencari celah tambahan gol. Pada menit ke-80, Arsenal hampir memperlebar keunggulan lewat sepakan Eberechi Eze. Namun Robert Sanchez masih mampu melakukan penyelamatan penting dan menjaga selisih skor tetap tipis.
Arsenal Tampil Efektif, Chelsea Pulang dengan Tekanan
Sampai peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Club Arsenal tetap bertahan. Meski laga berjalan ketat, efektivitas Arsenal dalam memanfaatkan sepak pojok jadi pembeda utama. Kemenangan ini menunjukkan kalau Arsenal nggak cuma kuat dalam open play, tapi juga sangat berbahaya lewat bola mati. Sementara Chelsea harus evaluasi besar, terutama dalam menjaga pertahanan saat situasi set piece.
Singkatnya, ini bukan cuma laga derby biasa. Intensitas tinggi, gol dramatis, sampai kartu merah bikin pertandingan terasa komplet. Arsenal pesta di rumah sendiri, sedangkan Chelsea pulang dengan banyak PR yang harus segera dibenahi.