infotabola.it.com – Nama Gareth Bale selalu identik dengan kecepatan, tendangan roket, dan momen-momen besar di panggung sepak bola Eropa. Tapi siapa sangka, sebelum jadi legenda di Real Madrid, Bale ternyata sempat mendapat tawaran besar dari Manchester United. Menariknya, tawaran itu justru ia tolak. Keputusan itu sekarang terasa seperti salah satu momen paling penting dalam kariernya. Soalnya, setelah memilih Madrid, Bale malah meraih segudang trofi dan mencatatkan namanya dalam sejarah klub.
Read More : Hasil Liga Inggris, Club Arsenal Bungkam Chelsea Lewat Drama Sepak Pojok, Laga Panas Sampai Kartu Merah!
Transfer Fantastis yang Menggemparkan Dunia
Musim panas 2013 jadi titik balik dalam karier Bale. Saat itu Real Madrid menebusnya dari Tottenham Hotspur dengan nilai sekitar 101 juta euro. Angka tersebut langsung memecahkan rekor transfer dunia pada waktu itu. Transfer itu bahkan melampaui rekor sebelumnya milik Cristiano Ronaldo, yang sebelumnya dibeli Madrid dari Manchester United.
Bale kemudian menandatangani kontrak berdurasi enam tahun dan langsung masuk dalam proyek besar “Galacticos jilid dua” yang dirancang presiden klub, Florentino Pérez. Banyak yang awalnya ragu apakah Bale bisa memenuhi ekspektasi. Tapi jawabannya jelas: bisa, bahkan lebih. Selama sembilan tahun berseragam Los Blancos, Bale menjelma menjadi salah satu pemain penting dalam era kejayaan klub.
Karier Gemilang Bale Bersama Real Madrid
Bersama Madrid, Bale mengoleksi banyak trofi prestisius. Daftarnya cukup panjang dan bikin iri banyak pemain. Beberapa di antaranya:
- 3 gelar La Liga
- 5 trofi Liga Champions
- 3 Piala Super Eropa
- 3 Piala Dunia Antarklub
- 1 Copa del Rey
- 1 Piala Super Spanyol
Selain trofi, statistiknya juga tidak main-main. Bale mencatatkan 256 penampilan dengan total 106 gol dan 68 assist. Banyak momen ikonik tercipta dari kakinya. Salah satunya tentu gol solo run di final Copa del Rey 2014 melawan FC Barcelona, yang sampai sekarang masih sering diputar ulang oleh fans sepak bola.
Ternyata Manchester United Pernah Menggoda Bale
Sebelum bergabung dengan Madrid, Bale sebenarnya mendapat pendekatan serius dari Manchester United. Klub berjuluk Setan Merah itu bahkan dikabarkan siap mengeluarkan uang lebih besar daripada tawaran Madrid. Saat itu, United baru saja dilatih oleh David Moyes. Moyes disebut sudah sempat berbicara langsung dengan Bale untuk membujuknya datang ke Old Trafford. Namun pada akhirnya, Bale memilih jalan berbeda.
Alasan Bale Menolak Tawaran Manchester United
Dalam sebuah wawancara di acara Stick To Football, Bale akhirnya buka suara soal cerita di balik transfer tersebut. Ia mengakui memang sempat berbicara dengan Manchester United. Bahkan tawaran finansialnya lebih besar dibanding Madrid. Namun hatinya sudah lebih dulu condong ke Spanyol.
Menurut Bale, ada beberapa alasan yang membuatnya memilih Madrid. Pertama, ia sudah punya kesepakatan informal dengan pemilik Tottenham, Daniel Levy. Kesepakatan itu semacam “gentlemen’s agreement” yang memberi Bale kesempatan pindah jika ada tawaran besar. Masalahnya, Levy tidak terlalu ingin menjual Bale ke klub rival langsung di Liga Inggris.
Selain itu, Bale juga merasa lebih cocok dengan proyek yang ditawarkan Madrid. Faktor lain yang cukup penting adalah keberadaan Luka Modrić di sana. Modric sudah lebih dulu pindah dari Tottenham ke Madrid pada 2012, jadi Bale merasa punya seseorang yang ia kenal di ruang ganti. Hal itu membuat proses adaptasinya nanti terasa lebih mudah.
Sempat Pulang ke Tottenham Sebagai Pinjaman
Setelah bertahun-tahun di Madrid, perjalanan Bale sempat berbelok sebentar. Pada musim 2020–2021, ia kembali ke Tottenham Hotspur dengan status pinjaman. Meski tidak selama periode pertamanya di klub London tersebut, kembalinya Bale tetap disambut hangat oleh para fans Spurs. Setelah masa pinjaman selesai, Bale kembali ke Madrid sebelum akhirnya menutup karier profesionalnya beberapa waktu kemudian.
Keputusan yang Terbukti Tepat
Kalau melihat perjalanan kariernya sekarang, keputusan Bale menolak Manchester United bisa dibilang langkah yang sangat tepat. Di Madrid, ia bukan cuma sekadar pemain mahal. Bale berhasil jadi bagian penting dari salah satu era paling sukses dalam sejarah klub. Limatrofi Liga Champions jelas bukan pencapaian yang bisa dianggap biasa. Dan semua itu berawal dari satu keputusan besar pada tahun 2013: memilih Real Madrid dibanding Manchester United.