infotabola.it.com – Kekalahan tipis yang dialami Dewa United saat bertandang ke markas Manila Digger memang cukup bikin kecewa. Namun hasil itu sama sekali belum menutup peluang tim asal Banten tersebut untuk bangkit. Pelatih Jan Olde Riekerink justru terlihat santai menanggapi kekalahan di leg pertama. Menurutnya, peluang untuk membalikkan keadaan masih sangat terbuka lebar, apalagi pada leg kedua nanti timnya akan bermain di kandang sendiri. Pertandingan penentuan itu rencananya digelar di Indomilk Arena, Tangerang, pada 12 Maret 2026. Bermain di depan pendukung sendiri jelas jadi keuntungan besar bagi Dewa United.
Read More : Liga Jepang Resmi Rekrut Pelatih Top Italia
Adaptasi Jadi Masalah di Awal Pertandingan
Usai laga leg pertama, Jan Olde menjelaskan kalau sebenarnya anak asuhnya tidak tampil buruk. Masalah utama justru ada pada proses adaptasi terhadap gaya bermain lawan yang cukup unik. Menurut pelatih asal Belanda itu, gaya bermain Manila Digger sangat berbeda dibandingkan tim-tim yang biasa dihadapi Dewa United di kompetisi domestik. Banyak pemain Manila Digger berasal dari Afrika. Hal itu membuat permainan mereka terlihat sangat cepat, kuat secara fisik, dan agresif dalam duel.
Jan Olde sendiri mengaku cukup familiar dengan karakter tersebut. Ia pernah melatih klub Afrika Selatan Cape Town City FC pada periode 2019 hingga 2021. Pengalaman itulah yang membuatnya langsung sadar laga melawan Manila Digger tidak akan mudah.Menurutnya, tim dengan banyak pemain Afrika biasanya punya gaya bertahan yang sangat disiplin. Selain itu mereka juga sering memanfaatkan bola-bola panjang untuk menyerang secara cepat. Jan Olde bahkan mengaku sudah mengingatkan hal tersebut kepada para pemainnya sebelum pertandingan dimulai.
Gol Lawan Berawal dari Bola Panjang
Sayangnya, peringatan itu belum sepenuhnya dijalankan dengan baik oleh para pemain di awal laga.
Pada sekitar 30 menit pertama pertandingan, Dewa United terlihat masih kesulitan membaca pola permainan Manila Digger. Salah satu yang paling terasa adalah dalam mengantisipasi umpan panjang dari lini belakang lawan. Situasi itu akhirnya dimanfaatkan dengan baik oleh Manila Digger. Mereka berhasil mencetak gol lewat aksi Kenji Nishioka pada menit ke-21.
Gol tersebut berawal dari bola panjang yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan Dewa United. Para pemain dinilai kurang cepat membaca arah permainan. Jan Olde menjelaskan bahwa timnya seharusnya bisa sedikit mundur sebelum bola dilepaskan lawan. Dengan begitu, ruang kosong di belakang bek bisa diminimalkan.Namun hal itu tidak terjadi di awal pertandingan. Akibatnya, Manila Digger mampu memanfaatkan celah tersebut dan mencetak gol yang akhirnya menjadi penentu kemenangan.
Permainan Dewa United Membaik di Babak Kedua
Meski sempat kesulitan di awal laga, performa Dewa United perlahan membaik. Sekitar 15 menit menjelang akhir babak pertama, para pemain mulai memahami pola permainan lawan. Perubahan posisi pemain serta pergerakan tanpa bola mulai terlihat lebih rapi. Tim yang dijuluki Banten Warriors itu juga mulai berani menguasai bola dan menekan lawan.
Masuk ke babak kedua, permainan Dewa United bahkan terlihat jauh lebih dominan. Pemain seperti Ivar Jenner dan rekan-rekannya mampu mengontrol jalannya pertandingan. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke pertahanan Manila Digger. Sayangnya, penyelesaian akhir masih belum maksimal. Beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang. Jan Olde menilai timnya sebenarnya cukup beruntung hanya kalah tipis. Bahkan menurutnya, jika sedikit lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, Dewa United bisa saja membawa pulang hasil imbang.
Peluang Comeback Masih Terbuka
Meski kalah di leg pertama, Jan Olde tetap percaya diri timnya bisa membalikkan keadaan saat bermain di kandang. Ia menilai satu gol saja sudah cukup untuk membuka peluang besar lolos ke babak berikutnya. Setelah itu, tekanan justru akan berpindah ke pihak lawan. Dukungan penuh dari suporter di Indomilk Arena juga diyakini bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain. Jan Olde menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah meraih kemenangan di leg kedua.
Menurutnya, jika Dewa United mampu mencetak gol lebih dulu, momentum pertandingan bisa berubah sepenuhnya.
Dengan persiapan yang lebih matang dan pemahaman yang lebih baik terhadap gaya bermain lawan, Dewa United punya peluang besar untuk melakukan comeback. Pertandingan leg kedua nanti pun diprediksi bakal berjalan panas. Banten Warriors tentu tidak ingin langkah mereka di kompetisi Asia berhenti begitu saja.