infotabola.it.com – Club Arsenal lagi-lagi nunjukin kalau mereka serius banget ngejar gelar Premier League musim ini. Dalam laga pekan ke-28 di Emirates Stadium, pasukan Mikel Arteta sukses ngalahin Chelsea dengan skor tipis 2-1 pada Minggu (1/3/2026). Kemenangan ini bikin jarak Arsenal dengan Manchester City di klasemen makin aman, selisihnya sekarang jadi lima poin. Secara hasil sih jelas manis. Fans Arsenal pasti happy maksimal.
Read More : Jorge Lorenzo
Tapi di balik kemenangan itu, muncul satu pembahasan yang cukup rame, Arsenal terlalu sering menang lewat sepak pojok. Iya, bukan open play cantik atau solo run ala bintang dunia, tapi justru bola mati yang jadi senjata utama The Gunners musim ini. Gol pertama Arsenal lahir di menit ke-21. Skemanya simpel tapi efektif banget. Gabriel Magalhaes nerusin bola sepak pojok ke depan gawang, lalu William Saliba langsung nyundul tanpa ampun.
Chelsea nggak sempat bereaksi, skor pun berubah cepat. Chelsea sebenarnya sempat bangkit. Menjelang turun minum, tepatnya menit 45+2, mereka berhasil nyamain kedudukan. Ironisnya, gol itu juga datang dari sepak pojok. Reece James ngirim bola ke kotak penalti, lalu Piero Hincapie malah bikin gol bunuh diri saat coba menghalau bola. Skor 1-1 bikin pertandingan makin panas.
Sepak Pojok Jadi Senjata Rahasia Arsenal Musim Ini
Masuk babak kedua, Club Arsenal tetap main dengan tempo tinggi. Dan lagi-lagi sepak pojok jadi pembeda. Di menit ke-66, Declan Rice ngirim umpan sudut yang presisi banget. Jurrien Timber menang duel udara dan sukses nyundul bola masuk ke gawang Chelsea. Gol ini akhirnya jadi penentu kemenangan Arsenal.
Menariknya, meski sempat unggul jumlah pemain, Arsenal nggak menambah gol lagi. Tapi tiga poin tetap di tangan, dan itu yang paling penting dalam perburuan gelar. Kalau dilihat dari statistik, hubungan Arsenal dengan sepak pojok musim ini memang kayak bestie banget. Data dari Opta menunjukkan Arsenal sudah mencetak 16 gol dari situasi sepak pojok sepanjang musim Premier League.
Angka itu bukan kaleng-kaleng. Bahkan sudah menyamai rekor terbanyak dalam satu musim Liga Inggris. Sebelumnya, catatan serupa pernah dibuat Oldham Athletic musim 1992-1993, West Bromwich Albion 2016-2017, dan Arsenal sendiri pada musim 2023-2024.
Lebih gokil lagi, sembilan kemenangan Arsenal musim ini ditentukan langsung lewat gol dari sepak pojok. Rekor ini melewati pencapaian Manchester United musim 2012-2013 yang sebelumnya mencatat delapan kemenangan dari situasi serupa. Artinya? Bola mati sekarang bukan sekadar pelengkap buat Arsenal. Ini udah jadi senjata utama.
Kritik Mulai Muncul, Calon Juara Terburuk?
Meski performa Arsenal stabil di papan atas, nggak semua orang terkesan. Mantan striker Premier League, Chris Sutton, justru ngasih komentar pedas. Menurutnya, Arsenal berpotensi jadi juara Liga Inggris “terburuk” kalau terus terlalu bergantung pada situasi bola mati, khususnya sepak pojok. Sutton menilai tim juara idealnya dominan lewat permainan terbuka, bukan terus mengandalkan set piece.
Komentar ini langsung bikin debat di kalangan fans. Ada yang setuju, tapi nggak sedikit juga yang ngebela Arsenal. Soalnya gini, dalam sepak bola modern, efektivitas itu segalanya. Nggak ada aturan yang bilang gol harus selalu indah. Kalau strategi sepak pojok terbukti berhasil, ya sah-sah aja dimaksimalkan. Bahkan banyak tim besar Eropa sekarang punya pelatih khusus bola mati. Detail kecil seperti positioning pemain, timing lompatan, sampai arah bola udah dihitung matang. Dan Arsenal jelas memanfaatkan hal itu dengan sangat serius.
Arsenal Menuju Gelar dengan Cara Sendiri
Terlepas dari kritik yang ada, fakta di lapangan nggak bisa dibantah. Club Arsenal konsisten menang, solid di pertahanan, dan klinis saat peluang datang. Kadang kemenangan memang nggak selalu harus cantik. Yang penting efektif. Kalau nanti Arsenal benar-benar angkat trofi Premier League musim ini, mungkin mereka bukan juara paling flamboyan. Tapi jelas mereka bakal dikenang sebagai tim yang tahu cara menang, bahkan dari sudut lapangan sekalipun. Dan di sepak bola, tiga poin tetap tiga poin. Mau dari open play, penalti, atau sepak pojok semuanya tetap masuk hitungan.