Florentino Pérez Kembali Terpilih di Real Madrid, Menang Telak di Pemilu Bersejarah Bernabéu

Florentino Pérez Kembali Terpilih di Real Madrid, Menang Telak di Pemilu Bersejarah Bernabéu

infotabola.it.com – Florentino Pérez resmi kembali menjabat sebagai presiden Real Madrid setelah memenangkan pemilihan klub yang berlangsung penuh sorotan. Pemilu ini jadi momen penting karena untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir, klub raksasa Spanyol itu menggelar kontestasi dengan lebih dari satu kandidat.

Read More : Chelsea Resmi Umumkan Pelatih Baru Dari Spanyol

Dalam pemungutan suara yang digelar pada Minggu waktu setempat, Pérez berhasil unggul jauh atas pesaingnya, Enrique Riquelme. Hasil resmi dari komisi pemilihan klub mencatat Pérez meraih 21.741 suara atau sekitar 65 persen. Sementara itu, Riquelme memperoleh 11.814 suara atau 35 persen. Kemenangan ini langsung menegaskan posisi Pérez sebagai figur kuat di tubuh Real Madrid.

Respons Kemenangan dan Pesan Demokrasi Klub

Usai hasil diumumkan, suasana pendukung Pérez langsung pecah dengan rasa gembira. Dalam pidato kemenangannya di sebuah hotel dekat Stadion Santiago Bernabéu, Pérez mengaku sangat bangga dengan partisipasi anggota klub yang dinilai tinggi. Ia menyebut hasil ini sebagai bukti bahwa Real Madrid masih menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam sistem kepemilikannya yang berbasis anggota.

“Kami memperoleh hasil terbaik kedua dalam sejarah pemilihan Real Madrid. Ini adalah hasil yang luar biasa. Hari ini Real Madrid yang menang. Kami telah menunjukkan contoh demokrasi kepada dunia,” ujar Pérez dalam pidatonya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa fokus utamanya tetap membawa Real Madrid terus bersaing di level tertinggi, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Akhir Penantian Panjang dan Pemilu Pertama Sejak 2006

Pemilihan kali ini menjadi sorotan besar karena merupakan pemilu presiden pertama di Real Madrid sejak 2006 yang diikuti lebih dari satu kandidat. Dalam beberapa periode sebelumnya, Pérez selalu terpilih tanpa lawan pada 2009, 2013, 2017, 2021, hingga 2025.

Keputusan menggelar pemilu terbuka ini disebut sebagai langkah yang cukup mengejutkan. Hal tersebut muncul setelah Real Madrid melewati dua musim tanpa gelar mayor. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai cara Pérez untuk memperkuat legitimasi kepemimpinannya sekaligus mengukur dukungan anggota klub.

Era Galacticos dan Jejak Kepemimpinan Pérez

Florentino Pérez bukan nama baru di Santiago Bernabéu. Ia pertama kali menjabat pada tahun 2000 setelah mengalahkan Lorenzo Sanz. Salah satu janji paling fenomenalnya saat itu adalah mendatangkan Luis Figo dari Barcelona, yang akhirnya benar-benar terwujud.

Dari momen itu, lahirlah era Galacticos. Real Madrid kemudian diperkuat bintang-bintang besar dunia seperti Zinedine Zidane, Ronaldo Nazário, hingga David Beckham. Kebijakan transfer besar-besaran itu mengubah wajah klub secara global.

Setelah sempat mundur pada 2006, Pérez kembali pada 2009 dan terus melanjutkan dominasinya. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid berhasil meraih tujuh gelar Liga Champions dan tujuh trofi La Liga. Catatan ini membuatnya dianggap sebagai salah satu presiden paling berpengaruh dalam sejarah klub.

Janji Besar untuk Masa Depan Real Madrid

Dalam masa kampanye, Pérez kembali melontarkan sejumlah janji besar. Ia bahkan membuka kemungkinan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih kepala jika terpilih kembali. Selain itu, ia juga mengklaim sudah menyiapkan rencana transfer besar, termasuk Ibrahima Konaté, Denzel Dumfries, serta satu pemain bintang dengan nilai lebih dari 150 juta euro yang identitasnya masih dirahasiakan.

Di sisi lain, rivalnya Enrique Riquelme menawarkan visi berbeda. Ia berjanji akan mencoba mendatangkan Jürgen Klopp serta memboyong Erling Haaland dan Rodri dari Manchester City. Meski kalah, Riquelme tetap menerima hasil dengan sikap terbuka dan menegaskan penolakannya terhadap rencana penjualan sebagian saham klub kepada investor eksternal.

Dengan kemenangan ini, Pérez kembali memegang kendali penuh atas arah masa depan Real Madrid, sekaligus melanjutkan era panjang kepemimpinannya di klub paling berpengaruh di dunia sepak bola.