Liverpool Ketagihan Talenta Bundesliga, Siap Cari Pengganti Mohamed Salah

Liverpool Ketagihan Talenta Bundesliga, Siap Cari Pengganti Mohamed Salah

infotabola.it.com – Kabar soal masa depan Liverpool lagi panas banget, nih. Setelah hampir satu dekade jadi ikon di lini depan, nama Mohamed Salah mulai dikaitkan dengan pintu keluar Anfield. Walau kontraknya sebenarnya masih panjang sampai 2027, sinyal perpisahan makin terasa jelang akhir musim ini. Buat fans The Reds, tentu ini bukan kabar yang gampang diterima. Soalnya, Salah bukan sekadar pemain biasa. Dia sudah jadi simbol kejayaan Liverpool di era modern. Tapi ya, sepak bola terus jalan. Regenerasi itu nggak bisa dihindari, apalagi kalau performa mulai turun.

Read More : Jorge Lorenzo

Performa Menurun, Masa Depan Salah Mulai Dipertanyakan

Usia memang nggak bisa dibohongi. Di umur 33 tahun, performa Salah musim 2025–2026 terlihat sedikit menurun dibanding musim emasnya dulu. Dari total 29 pertandingan di semua kompetisi, winger asal Mesir itu baru mencatatkan 7 gol dan 8 assist. Angka tersebut jelas jauh dari standar Salah yang biasanya gacor tiap musim. Situasi makin rumit setelah sempat muncul konflik kecil dengan pelatih baru Liverpool, Arne Slot, pada Desember lalu.

Salah disebut kurang puas karena menit bermainnya mulai berkurang. Rumor pun langsung bermunculan. Liga Arab Saudi dan Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat disebut jadi tujuan paling realistis kalau sang bintang benar-benar hengkang musim panas nanti. Kalau itu terjadi, Liverpool jelas harus bergerak cepat. Kehilangan pemain sekelas Salah bukan perkara sepele.

Liverpool Lirik Bundesliga Lagi, Dua Nama Masuk Radar

Menariknya, Liverpool kayaknya masih percaya penuh sama pasar Bundesliga. Liga Jerman memang sudah lama jadi “ladang emas” buat mereka mencari pemain berkualitas. Dua nama muda langsung masuk daftar incaran,  Yan Diomande dan Michael Olise. Diomande yang bermain untuk RB Leipzig masih berusia 19 tahun, tapi performanya bikin banyak klub Eropa melirik. Musim ini saja dia sudah mengoleksi 10 gol dan 7 assist dari 26 pertandingan di Bundesliga dan DFB Pokal. Gaya mainnya cepat, agresif, dan punya naluri menyerang yang cocok dengan karakter Liverpool.

Sementara itu, Olise tampil luar biasa bersama Bayern Muenchen sejak pindah dari Crystal Palace pada musim panas 2024. Pemain asal Prancis tersebut benar-benar meledak musim ini dengan catatan 13 gol dan 25 assist dari 36 laga di berbagai kompetisi, termasuk Liga Champions. Statistik itu jelas bikin manajemen Liverpool kepincut.

Bundesliga Jadi Tambang Emas Liverpool

Kalau dipikir-pikir, Liverpool memang punya sejarah manis dengan pemain Bundesliga. Bahkan sejak era pelatih legendaris Juergen Klopp, banyak transfer dari Jerman yang sukses besar. Contohnya Ibrahima Konate yang direkrut dari RB Leipzig pada 2021 dan langsung jadi tembok kokoh di lini belakang. Lalu ada Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, dan Wataru Endo yang datang pada musim 2023–2024.

Musim ini pun tren itu berlanjut. Liverpool mendatangkan Jeremie Frimpong dan Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen, serta Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt. Awalnya Wirtz sempat butuh adaptasi. Tapi sekarang performanya mulai stabil dengan kontribusi 6 gol dan 8 assist dari 35 pertandingan. Sedangkan Ekitike justru tampil paling konsisten dan berhasil jadi top skor tim lewat torehan 16 gol dari 37 laga di semua kompetisi. Nggak heran kalau Liverpool terlihat “ketagihan” belanja pemain dari Bundesliga.

Era Baru Liverpool Mulai Disiapkan

Situasi ini menunjukkan satu hal,  Liverpool sedang bersiap masuk fase baru. Pergantian generasi pelan-pelan mulai dilakukan agar tim tetap kompetitif di Premier League maupun Eropa. Kalau Salah benar-benar pergi, kemungkinan besar Liverpool nggak cuma membeli satu pemain, tapi membangun ulang struktur serangan mereka dengan energi muda. Diomande dan Olise bisa jadi bagian penting dari proyek tersebut.

Keduanya punya usia ideal, statistik menjanjikan, dan gaya bermain modern yang sesuai dengan sepak bola cepat khas Liverpool. Fans mungkin bakal sedih melihat era Salah berakhir. Tapi di sisi lain, inilah siklus alami klub besar. Satu legenda pergi, calon bintang baru datang. Dan kalau melihat rekam jejak Liverpool dalam merekrut pemain Bundesliga, bukan nggak mungkin pengganti Salah justru sudah sedang disiapkan dari sekarang.