Persib Bandung Kembali ke GBT, Bojan Hodak Ogah Drama Kekalahan Terulang Lagi

Persib Bandung Kembali ke GBT, Bojan Hodak Ogah Drama Kekalahan Terulang Lagi

infotabola.it.com – Laga panas bakal kejadian lagi. Persib Bandung kembali harus bertandang ke markas rival klasiknya, Persebaya Surabaya, dalam lanjutan pekan ke-24 Super League 2025–2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung Senin (2/3/2026) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, mulai pukul 20.30 WIB. Buat Bobotoh, laga ini jelas bukan sekadar pertandingan biasa. Ada memori pahit yang masih nempel kuat sejak musim lalu. Yup, kekalahan telak yang bikin banyak fans Persib auto flashback tiap dengar nama GBT.

Read More : Klub Asia Gaet Bintang Eropa, Tambakbet Beberkan Strateginya

Kenangan Pahit Persib di GBT Masih Kebayang

Kalau ditarik ke belakang, tepatnya 1 Maret 2025, Persib datang ke Surabaya dengan penuh percaya diri. Saat itu Maung Bandung lagi on fire dan punya performa stabil. Tapi yang terjadi di lapangan justru di luar ekspektasi. Persib harus pulang dengan skor cukup nyesek, kalah 1-4 dari Persebaya. Masalah mulai muncul setelah gol bunuh diri Marc Klok di menit ke-61 yang bikin mental tim sedikit goyah.

Situasi makin rumit ketika pelatih Persib, Bojan Hodak, mengambil keputusan yang cukup berani, bahkan bisa dibilang nekat. Ia menarik kiper utama Kevin Ray Mendoza dan memasukkan kiper muda Sheva Sanggasi. Strateginya sebenarnya simpel. Hodak ingin menambah daya serang dengan memasukkan pemain asing tambahan di lini depan, termasuk Gervane Kastaneer. Harapannya, Persib bisa ngejar ketertinggalan. Tapi realitanya? Malah jadi bumerang.

Baru dua menit di lapangan, gawang Sheva langsung kebobolan lewat sepakan keras Rizky Dwi. Setelah itu, skema serangan balik Persebaya benar-benar bikin pertahanan Persib kelimpungan. Bruno Moreira menambah gol ketiga, sementara Ryan Kurnia sempat mencetak gol hiburan di menit akhir. Sayangnya, Francisco Rivera menutup laga dengan gol tambahan di injury time. Skor akhir 4-1, dan malam itu jadi salah satu laga paling berat buat Persib musim lalu.

Bojan Hodak Belajar dari Risiko yang Terlalu Besar

Bojan Hodak sendiri nggak menutup mata soal keputusan kontroversial tersebut. Pelatih asal Kroasia itu mengakui kalau langkahnya saat itu memang penuh risiko. Menurutnya, pergantian kiper dilakukan supaya Persib punya opsi menyerang lebih banyak dan setidaknya terhindar dari kekalahan. Namun strategi tersebut justru membuka celah besar di lini belakang. Musim ini, situasinya terasa berbeda.

Persib datang ke Surabaya sebagai pemuncak klasemen dan sedang berada dalam tren positif. Dalam 10 pertandingan terakhir, performa mereka terbilang konsisten tanpa kekalahan berarti. Hodak pun menegaskan dirinya nggak mau mengulang kesalahan yang sama. Ia ingin tim tampil lebih stabil, nggak gegabah, dan tetap disiplin sepanjang pertandingan. Buat Hodak, laga melawan Persebaya kali ini bukan soal balas dendam semata, tapi pembuktian bahwa Persib sudah berkembang jauh dibanding musim lalu.

Strategi kemungkinan bakal lebih realistis. Fokus menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan jadi kunci utama supaya Persib nggak kembali kecolongan di kandang Bajul Ijo. Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo sendiri dikenal cukup intimidating buat tim tamu. Dukungan penuh Bonek sering kali bikin tekanan mental meningkat. Karena itu, pengalaman musim lalu jadi pelajaran penting agar pemain tetap tenang meski berada di bawah tekanan.

Pertandingan nanti diprediksi berlangsung ketat. Persebaya jelas ingin mempertahankan gengsi di kandang sendiri, sementara Persib datang membawa misi mempertahankan posisi puncak klasemen. Satu hal yang pasti, Bojan Hodak kini datang dengan pendekatan berbeda. Nggak lagi perjudian ekstrem, tapi permainan yang lebih matang dan penuh perhitungan.

Kalau strategi berjalan sesuai rencana, peluang Persib mencuri poin di GBT tentu masih sangat terbuka. Dan buat Bobotoh, harapannya cuma satu: jangan sampai malam di Surabaya kembali jadi mimpi buruk seperti musim lalu.